Kamis, 17 Juni 2010

MAKALAH DASAR - DASAR AKUNTANSI TENTANG AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI INFORMASI

MAKALAH DASAR - DASAR AKUNTANSI TENTANG AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI

INFORMASI






Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Dasar – Dasar Akuntansi
Oleh :
DIAH RAHMA SARI
K7109054

PROGRAM :
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun penyusunan makalah ini guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar – Dasar Akuntansi.

Makalah yang penulis susun bertujuan untuk menambah wawasan serta pengetahuan yang sesungguhnya diterapkan di bidang social kemasyarakatan, serta untuk melatih memecahkan masalah-masalah yang ada dalam bidang tersebut sebagai aktualisasi ilmu yang dipelajari di universitas.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang terkait, penulis tidak mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Oleh karena itu, penulis dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala Prodi FKIP Ekonomi UNS Surakarta.
2. yang telah memberikan bimbingan.
3. Semua pihak yang telah membantu dan memberi dorongan dan semangat dalam penyusunan laporan karya tulis ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan Makalah ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.


Surakarta, Februari 2010


Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang, dan penginterpretasian hasil proses tersebut (Suwardjono:5:1996)
Dari pengertian tersebut dapat menunjukkan bahwa akuntansi merupakan suatu seni, hal ini dimaksudkan akuntansi merupakan penegtahuan yang isi dan strukturnya disesuaikan dengan berbagai kebijaksanaan dan kebutuhan, bukan ilmu pasti. Maka dari itu penulis menguraikan tentang dasar-dasar ilmu akuntansi secara jelas agar dapat digunakan sebagai acuan pengertian dalam benak penulis pada umumnya serta pembaca pada khususnya.
B. Metode
Dalam penyusunan makalah ini, Penulis menggunakan metode analisis dan penelaahan literature yang dinilai cukup efektif dalam memperoleh data dan fakta-fakta yang sehubungan dengan relevensinya pada saat ini serta data fakta sejarah yang dapat dibuktikan kebenarannya.
C. Maksud Dan Tujuan
Dengan ditulisnya makalah ini penulis berharap dapat sedikit membantu memberikan gambaran bahwa tujuan mempelajari dasar-dasar akuntansi adalah untuk mempelajari dasar-dasar akuntansi dan mahasiswa dapat menerapkan dasar-dasar akuntansi tersebut dalam bidangnya dengan benar.

BAB II
ISI

A. Pengertian dan Definisi Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
Pengertian akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang, dan penginterpretasian hasil proses tersebut (Suwardjono:5:1996)
Dari pengertian tersebut dapat menunjukkan bahwa akuntansi merupakan suatu seni, hal ini dimaksudkan akuntansi merupakan penegtahuan yang isi dan strukturnya disesuaikan dengan berbagai kebijaksanaan dan kebutuhan, bukan ilmu pasti. Selain itu, akuntasi juga melakukan suatu proses pencatatan dan peingkasan transaksi, serta kejadian-kejadian yang bersifat keuangan, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan agar terbentuknya suatu informasi keuangan yaitu berupa laporan keuangan.
B. Sejarah Perkembangan Akuntansi
1. Sejarah Akuntansi
Sejarah akuntansi dimuat melalui berbagai publikasi akuntansi umunya dalam The Acounting Historian Journal khususnya yang merupakan bagian dari The Academy of Accounting Historian. Pada hakikatnya para ahli mengatakan bahwa praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian transaksi dimaksud. Hal ini terbukti dari berbagai penemuan-penemuan seperti dikemukakan, Bernest Stevelinck dalam artikelnya yang berjudulAccounting in Acient Times (The Acounting Historians Journal Volume 12 No. 1 (1985) sebagai berikut :
“ Mesir memiliki sejarah akuntansi yang panjang ribuan bukti catatan akuntansi dalam kulit kayu (Papyri) yang ditemukan lebih lima belas abad yang lalu dan menjelaskan bahwa akuntansi itu telah ada lebih dari 3000 tahun yang lalu dengan beberapa tingkat kejelasannya”.
Pada tahun 3200 sebelum masehi telah dikenal dua macam tekhnik akuntansi secara simultan. Yang pertama koin dengan bentuk tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukkan dalam amplop. Jenis lainnya token disimpan dalam bentuk yang lebih besar dengan berbagai variasi yang lebih komplek. Pemisahan ini menggambarkan perbedaan transaksi cash (utang, piutang, dan lain-lain) dengan transaksi non cash (persediaan, peralatan, tanah , dan lain-lain) (Matressich, 1987 halaman 79).
Pendapat ini dapat diperkuat lagi oleh Richard Mattessich (1987) The Problem of Representation recent archeological evidence of the middle cast from 8000 BC to 3000 BC. Abstrak dari artikel ini mengemukakan sebagai berikut : “Penelitian arkeologi akhir-akhir ini menghasilkan pandangan revolusioner tentang penemuan perhitungan, gambaran dan idiografi tulisan.
Penemuan ini adalah sistem pemrosesan data dalam “Clay tokens” (sejenis koin yang terbuat dari bahan plastik) yang sederhana dan kompleks dari berbagai bentuk telah terkumpul dalam sebuah amplop palstik (clay envelops) untuk mengungkapkan secara simbolis nilai assets dan transaksi ekonomis. Penemuan penting ini menimbulkan dampak filosofi ekonomi yang penting yaitu (Mattessich 1987):
1. Penemuan ini menyimpulkan bahwa akuntansi mendahului perhitungan dan penulisan.
2. Konsep penyajian laporan keuangan ternyata berkembang secara perlahan.
3. Perhitungan angka muncul setelah melalui berbagai tahapan.
4. Memperkenalkan validitas “Correspondence theory”.
Sejarah khususnya sejarah Islam sebenarnya pada awal pertumbuhannya mestinya sudah ada sistem akuntansi. Menurut sejarahnya kegiatan perdagangan sudah ada pemisahan antara pemilik dengan pedagang (manajer). Dalam literatur akuntansi ternyata yang jadi asal mula akuntansi selalu disebut di Eropa.
Mulanya akuntansi merupakan catatan-catatan yang disimpan sebagai bagian dari sistem feudal abad pertengahan. Karena kegiatan itu berkembang Eropa dan sekitar Laut Tengah, tidak heran bila seorang pendeta Italia, Luca Paciolo seorang ahli matematika berusaha menganalisis sistem pembukuan yang kini di kenal dengan sistem Double EntryAcounting yang sekarang sudah berkembang di seluruh dunia.
Sistem pembukuan tersebut ditulisnya dalam buku yang terbit tahun 1494 yang berjudul : Summa de Arithmatica Geometri Proportioni et Proportionalita. Akuntansi sejak itu terus berkembang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan semakin timbulnya pemisahan antara pemilik perusahaan dengan manajemen. Timbulnya Revolusi Industri pada tahun 1776 menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi.
Beberapa masalah yang menimbulkan diperlukannya akuntansi adalah perkembangan ilmu yang berjalan sedemikian cepat dan menimbulkan berbagai tekhnik dan penerapan sistem akuntansi di antara perusahaan-perusahaan sehingga masalah perbandingan dan kebenaran (kewajaran) laporan keuangan menjadi permasalahan. Keadaan ini menimbulkan prasangka negatif bahwa manajemen dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan kehendak dan kepentingannya sehingga ia dapat memanipulasi laporan keuangan dan akibatnya laporan keuangan dianggap kurang bernilai dan sampai pada puncaknya tahun 1930 pada masa depresi berat di USA.
Akhirnya USA membentuk SEC (Security Exhange Commission) sebagai salah satu lembaga yang banyak mendorong terciptanya suatu prinsip akuntansi yang baku. Dari lembaga ini dan lembaga lainnya muncullah konsep, teori dan perumusan-perumusan yang sistematis tentang teori akuntansi.
2. Perkembangan Akuntansi
Keadaan yang terpenting yang mendorong perkembangan akuntansi adalah tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dibeberapa kota di Italia. Suatu hal yang lain yang penting bagi perkembangan akuntansi adalah kemampuan untuk berekspresi meliputi : seni menulis, perkembangan ilmu berhitung dan dipergunakan uang secara luas sebagai alat pertukaran.\
Perkembangan didalam bidang kelembagaan juga penting dalam manajemen akuntansi yakni konsep mengenai hak milik pribadi, perkembangan dibidang perkreditan dan akumulasi modal.
Seorang penulis Leo Herbert dalam artikelnya di “ The Gao Review “ (Fall 1972, p 31) dengan judul Growth Of Acountability Knowledge 1775 – 1975 menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut :
Tahun 1775 : mulai dikenal pembukuan baik yang “single entry” maupun yang “double entry”.
Tahun 1800 : Pada tahun ini dan sampai tahun 1875 masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang terutama dipergunakan dalam menilai perusahaan.
Tahun 1825 : mulai dikenal pemeriksaan keuangan (Financial Auditing)
Tahun 1850 : Pada tahun ini laporan laba rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting. Pada periode ini perkembangan ilmuauditing semakin cepat dan audit dilakukan atas catatan pembukuan dan laporan.
Tahun 1900 : Di USA mulai dikenal sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional, kemudian dalam periode ini juga akuntansi sudah dianggap dapat memberikan laporan tentang pajak. Cost auditing mulai dikenal termasuk laporan dan statistik biaya dan produksi.
Tahun 1925 : akuntansi sudah banyak perkembangannya antara lain :
1. Mulai dikenal akuntansi pemerintah serta pengawasan dana pemerintah.
2. Tekhnik-tekhnik analisis biaya juga mulai diperkenalkan
3. Laporan keuangan mulai diseragamkan
4. Norma pemeriksaan akuntan juga mulai dirumuskan, dan lain-lain.
Tahun 1950 s/d 1975 : banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi yaitu :
1. Pada periode ini mulai akuntansi menggunakan komputer untuk pengolahan data.
2. Perumusan prinsip akuntansi (G A A P) sudah dilakukan.
3. Analisis cost revenue semakin dikenal
4. Muncul jasa-jasa manajemen seperti sistem pengawasan dan perencanaan.
5. Perencanaan manajemen mulai di kenal demikian juga manajemen auditing.
Tahun 1975 : Mulai periode ini akuntan mulai berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain :
1. Timbulnya manajemen science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.
2. Sistem akuntansi semakin canggih yang mencakup perkembangan :
a) Model-model organisasi
b) Perencanaan organisasi
c) Teori pengambilan keputusan
d) Analisa cost benefit.
3. Total sistem review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal.
4. Dalam periode ini muncul :
• Perencanaan sistem menyeluruh
• Penerapan metode inter disipliner
• Nilai-nilai sumber daya manusia menjadi penting
• Hubungan antara lembaga pemerintah semakin penting
5. Social accounting menjadi issu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.
C. Pemakai Informasi Akuntansi dan Kegunaannya
Pemakai informasi akuntansi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Pihak Intern
Pihak yang menyelenggarakan usaha dan berhubungan langsung dengan perusahaan. Berdasarkan informasi akuntansi, pihak intern dapat membuat berbagai kebijakan dalam pengalokasian biaya yang efisien, penetapan harga pokok produk yang rasional serta penetapan harga jual yang menguntungkan.
Pihak-pihak intern, antara lain:
a) manajemen puncak
b) manajer divisi
c) staf akuntansi
d) karyawan
2. Pihak Ekstern
Pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tetapi tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan.
Pihak-pihak ekstern antara lain:
a) investor/pemilik
b) kreditor
c) pelanggan
d) pemasok
e) pemerintah
f) masyarakat umum
Contohnya :
1) Investor (pihak yang berkepentingan terhadap maju mundurnya perusahaan karena mereka yang menyetor modal dan menanggung resiko dalam perusahaan)
2) Karyawan (pihak yang berkepentingan dalam menjalankan pengoperasian perusahaan sehari-hari)
3) Kreditor (pihak yang berkepentingan dalam meminjamkan modal kepada perusahaan apabila sedang kekurangan modal. Kreditor dapat melihat terlebih dahulu kondisi keuangan perusahaan dari informasi yang disajikan akuntansi sebelum memutuskan peminjaman modal)
4) Lembaga Pemerintah (pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan dalam hal perpajakan dan ketenagakerjaan)
Sedangkan orang-orang yang dan kelompok yang menggunakan informasi akuntansi adalah sebagai berikut ini :
• Kita sebagai individu dalam kehidupan sehari-hari
• Kalangan bisnis terutama para manajer
• Investor dan Kreditor, dimana mereka mendasarkan penyertaan modal mereka atas informasi akuntansi yang mereka peroleh dari laporan keuangan
• Badan-badan pemerintah seperti Badan Pengawas Pasar Modal(BAPEPAM)
• Instansi perpajakan, dan
• Organisasi-organisasi nir laba
D. Kualitas Informasi Akuntansi
Laporan keuangan yang baik adalah laporan yang memiliki suatu kualitas, adapun kualitas-kualitas yang baik sebagai berikut :
1. Ketelitian (accuracy). Informasi harus bebas dari kesalahan dan bias karena kesalahan dan bias dapat mengurangi nilai informasi.
2. Bentuk (form). Informasi harus disajikan dalam format yang paling sesuai dengan permintaan pemakainya.
3. Tempat (place). Informasi mempunyai nilai yang tinggi kalau informasi tersimpan dalam bentuk yang mudah diperoleh kembali pada saat dibutuhkan.
4. Ketepatwaktuan (timeliness). Informasi akan mempunyai nilai yang tinggi kalau informasi tersebut tidak basi.
5. Relevansi (relevancy). Informasi akan mempunyai nilai yang tinggi kalau informasi tersebut berkaitan dengan tujuan diperolehnya informasi tersebut.
6. Reliabilitas (reliability). Informasi akan berkurang nilainya kalau orang yang menggunakan informasi meragukan keterandalan (reliabilitas) informasi tersebut. (Suwardjono:10:1996)
Akuntansi dalam membuat laporan keuangan harus disesuaikan dengan kebutuhan instansi yang terkait dan kebijakan-kebijakan yang ada, yang tercantum dalam PSAK.
E. Bidang-bidang Akuntansi
Seperti halnya bidang-bidang lainnya, akuntansi juga memiliki bidang khusus sebagai akibat dari perubahan zaman. Kecenderungan ini disebabkan oleh perkembangan perusahaan, timbulnya sistem perpajakan baru dna bertambahnya pengaturan oleh pemerintah terhadap kegiatan perusahaan. Faktor-faktor tersebut bersama-sama dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat telah mengharuskan akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisasi tertentu.
Adapun bidang-bidang dari akuntansi yaitu:
1) Akuntansi Keuangan merupakan bidang akuntansi terutama yang berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan yang ditujukan terutama kepada pihak-pihak eksternal perusahaan seperti investor, kreditor, lembaga pemerintah, pelanggan, pemasok dan masyarakat.
2) Akuntansi Manajemen merupakan bidang akuntansi yang termasuk didalamnya akuntansi keuangan dan data-data keuangan estimasian yang berguna bagi manajer untuk menjalankan operasi perusahaan sehari-hari dan merencanakan masa depan operasi perusahaan.
3) Akuntansi Biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan biaya biaya perusahaan. Akuntansi biaya ini bermanfaat bagi manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan biaya-biaya perusahaan.
4) Perpajakan merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan perencanaan penghitungan, pencatatan dan pelaporan pajak-pajak yang menjadi kewajiban perusahaan untuk dibayarkan kepada pemerintah berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.
5) Pemeriksaan Laporan Keuangan (Auditing) merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan kewajaran pencatatan dan pelaporan keuangan yang disusun dan dipublikasikan oleh manajemen perusahaan.
6) Penganggaran merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana secara terinci untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan seperti penjualan, biaya, aset dan laba.
7) Perancangan Sistem Informasi merupakan bidang akuntansi yang meliputi kegiatan identifikasi kebutuhan informasi untuk kepentingan internal maupun eksternal yang akan membantu manajemen untuk mengawasi dan mengendalikan jalannya operasi perusahaan.
8) Pemeriksaan Internal merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan dan untuk menjamin bahwa para karyawan dan bagian bagian dari perusahaan telah melaksanakan prosedur dan rencana yang ditetapkan manajemen
9) Akuntansi Pemerintahan atau Sektor Publik merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan keuangan pada organisasai pemerintahan atau organisasi yang memberikan jasa publik
10) Konsultasi Manajemen merupakan jasa yang dapat diberikan oleh akuntan selain yang berhubungan dengan akuntansi seperti studi kelayakan, susunan organisasi, analisis data ekonomi dan lain-lain.
F. Profesi akuntansi
Adalah profesi yang menyediakan jasa audit maupun non audit kepada masyarakat. Terdapat beberapa profesi akuntansi diantaranya :
1. Profesi Akuntan Publik
Adalah akuntan professional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang pemeriksaan dalam laporan keuangan yang dibuat oleh kliennya. Pemeriksaan tersebut terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para investor, kreditur, calon investor, calon kreditur dan instansi pemerintah (terutama instansi pajak). Disamping itu akuntan publik juga menjual jasa lain kepada masyarakat, seperti konsultan pajak, konsultasi bidang manajemen, penyusunan sistem akuntansi,dan penyusunan laporan keuangan.(mulyadi, 1992:27)
2. Profesi Akuntan Pemerintah
Adalah akuntan professional yang bekerja pada instansi pemerintah yang tugas utamanya adalah melakukan pemeriksaan terhadap tanggung jawab keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggung jawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah.
3. Profesi Akuntan Manajemen Keuangan
Disebut juga akuntan intern yang bekerja disebuah perusahaan dan berpartisipasi mengambil keputusan mengenai investasi jangka panjang (capital budgeting),menjalankan tugasnya sebagai akuntan yang mengatur pembukuan dan pembuatan ikhtisar-ikhtisar keuangan, atau membuat sIstem akuntansi perusahaan.(Hari Gursida,1999)
4. Profesi Akuntan Pendidik
Profesi akuntan yang memberikan jasa berupa pelayanan pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan yang ada, guna melahirkan akuntan-akuntan yang terampil dan professional.


G. Etika Profesi Akuntan
Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lain, yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya (Murtanto dan Marini 2003).
Sedangkan menurut (Agoes 2004), Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik, yang merupakan seperangkat prinsip–prinsip moral yang mengatur tentang perilaku profesional.
Tanpa etika, profesi akuntan tidak akan ada karena fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Etika profesi yang dimaksud adalah Kode Etik Akuntan Indonesia, yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan publik dengan kliennya, antara akuntan publik dengan rekan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. Etika profesi terdiri dari lima dimensi yaitu kepribadian, kecakapan profesional, tangung jawab, pelaksanaan kode etik, penafsiran dan penyempurnaan kode etik.
Dalam kongres V Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) di Surabaya 20-30 Agustus 1986, telah berhasil disahkan butir-butir kode etik profesi akuntan. Kode etik yang dibentuk pada tahun tersebut terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1) Untuk profesi akuntan secara umum
2) Khusus untuk akuntan publik, dan
3) Penutup
Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :
1) Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2) Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3) Integritas : akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
4) Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan.
5) Kompetensi : akuntan harus melaksanakan jasa profesionalnya penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.
6) Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7) Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya.
8) Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari data dan fakta-fakta hasil telaahan literatur yang dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan. Akuntansi merupakan suatu seni, berguna untuk memenuhi kebutuhan agar terbentuknya suatu informasi keuangan yaitu berupa laporan keuangan.
Mulanya akuntansi merupakan catatan-catatan yang disimpan sebagai bagian dari sistem feudal abad pertengahan, tidak heran bila seorang pendeta Italia, Luca Paciolo seorang ahli matematika berusaha menganalisis sistem pembukuan yang kini di kenal dengan sistem Double EntryAcounting yang sekarang sudah berkembang di seluruh dunia.
Dalam buku yang terbit tahun 1494 yang berjudul : Summa de Arithmatica Geometri Proportioni et Proportionalita. Akuntansi sejak itu terus berkembang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan semakin timbulnya pemisahan antara pemilik perusahaan dengan manajemen.
Pemakai informasi akuntansi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pihak intern dan pihan ekstern. Sedangkan laporan keuangan yang baik adalah laporan yang memiliki suatu kualitas-kualitas yang baik antara lain : Ketelitian (accuracy), Bentuk (form), Tempat (place), Ketepatwaktuan (timeliness), Relevansi (relevancy), dan Reliabilitas (reliability). Akuntansi dalam membuat laporan keuangan harus disesuaikan dengan kebutuhan instansi yang terkait dan kebijakan-kebijakan yang ada, yang tercantum dalam PSAK.
Seperti halnya bidang-bidang lainnya, akuntansi juga memiliki bidang khusus sebagai akibat dari perubahan zaman, antara lain : Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Biaya Perpajakan, Pemeriksaan Laporan Keuangan, Penganggaran, Perancangan Sistem Informasi, Pemeriksaan Internal, Akuntansi Pemerintahan atau Sektor Publik, dan Konsultasi Manajemen.
Profesi akuntansi adalah profesi yang menyediakan jasa audit maupun non audit kepada masyarakat. Terdapat beberapa profesi akuntansi diantaranya : Profesi Akuntan Publik, Profesi Akuntan Pemerintah, Profesi Akuntan Manajemen Keuangan, dan Profesi Akuntan Pendidik.
Fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis, maka tanpa etika, profesi akuntan tidak akan ada. Etika profesi yang dimaksud adalah Kode Etik Akuntan Indonesia, yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan publik dengan kliennya, antara akuntan publik dengan rekan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat.
Etika profesi terdiri dari lima dimensi yaitu kepribadian, kecakapan profesional, tangung jawab, pelaksanaan kode etik, penafsiran dan penyempurnaan kode etik.
Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu : Tanggung jawab profesi, Kepentingan publik, Integritas, Obyektifitas, Kompetensi, Kerahasiaan, Perilaku profesional, serta Standar teknis.
B. Saran



DAFTAR PUSTAKA

A. Sungguh. 2004. 25 Etika Profesi. Jakarta : Sinar Grafika
U. Ludigdo. 2007. Paradoks Etika Akuntan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus