Kamis, 17 Juni 2010

laporan kunjungan LEMBAH HIJAU MULTYFARM

Perusahaan Lembah Hijau Multifarm yang didirikan oleh bapak Ir Soeharto, MS, dosen Peternakan UNS. Perusahaan ini telah berdiri dari tahun 1981 dan mulai membuka cabang pada tahun 1991. perusahaan pemerahan susu sapi ini terletak dijalan Joho Karanganyar (dekat koramil) dana mudah untuk menemukannya karena banyak baliho yang terpasang dipinggir jalan arah sukoharjo dari karang anyar. Kegiatan LHM meliputi kegiatan usaha sebagai berikut:1).Peternakan Sapi Perah, 2)Pertanian,3).Perikanan, 4). Pengembangan Bioteknologi StarbiO
Usaha perternakan sapi perah yang dilakukan berintegrasi dengan usaha pertanian dan perikanan. Pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal merupakan landasan yang dilakukan oleh LHM, sehingga merupakan sebuah Integrated Farming System(System Pertanian Terpadu). LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) merupakan prinsip dasar usaha agrobisnis yang dilakukan oleh LHM. Pada skema LEISA, tanaman digunakan sebagai bahan pangan untuk manusia dan bahan pakan untuk ternak. Ternak digunakan juga sebagai bahan pangan bagi manusia, selanjutnya baik manusia, tanaman maupun ternak akan menghasilkan hasil samping organik. Pupuk organik (kompos) akan digunakan oleh tanah untuk menghasilkan unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. The Law of Return yang di gambarkan akan menjadi sebuah siklus yang menggambarkan kehidupan di muka bumi ini
LHM telah melakukan melakukan kegiatan usaha ternak sapi perah dengan memanfaatkan jerami padi fermentasi dan bahan pakan lain (seperti jerami kacang tanah) sebagai hasil samping usaha pertanian untuk pakan ternak. Ternak perah akan manghasilkan air susu untuk bahan makanan manusia dan hasil samping berupa kotoran untuk diolah menjadi pupuk organik. Pupuk organik diaplikasi untuk lahan pertanian yang akan menghasilkan beras sebagai bahan pangan dan jerami padi untuk bahan pakan ternak, demikian selanjutnya secara terus menerus.

Prinsip LEISA yang diterapkan akan menghasilkan beberapa keuntungan, yaitu: Ramah Lingkungan., Zero Waste,Berbasis Lokal. Hasil yang Maksimal. Diversifikasi Produk. Marketable Surplus. dan Meningkatkan Kemandirian.

Perkembangan teknologi menjelang milenium ketiga saat ini berimbas pada produk biologis yang terjadi dalam sel atau molekul yang lazim dikenal sebagai bioteknologi. Salah satu hasil bioteknologi yang berhasil dikembangkan oleh putra Indonesia adalah StarbiO, yang merupakan kumpulan mikroorganisme yang mampu bekerja secara sinergi. StarbiO selanjutnya mengalami pengembangan sebagai hasil penelitian secara terus menerus. Saat ini turunan StarbiO yang berhasil dikembangkan adalah:
StarbiO Ternak, digunakan sebagai campuran pakan ternak untuk meningkatkan hasil dan efisiensi penggunaan pakan.
StarbiO Super, sebagai penyempurna penyerapan nutrisi pakan pada budidaya ternak udang.
Stardec , digunakan sebagai bakteri dekomposisi limbah dan kotoran ternak untuk dijadikan kompos yang akan memperkaya unsur hara tanah.
New StarbiO Plus, berguna dalam mengurai tinja dalam septic tank untuk menjaga umur dan volume septic tank sesuai dengan kapasitas.

Selain keempat produk di atas, LHM telah berhasil mengambangkan dan menghasilkan pupuk organik (kompos) yang dikenal sebagai Green Valley - Fine Compost yang dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Bioteknologi pembuatan pupuk organik oleh LHM dan telah di patenkan sudah mendapatkan legalitas dari Departemen Pertanian sehingga dapat diterapkan untuk mengolah limbah organik manjadi kompos.
Di tempat peternakan ini kita bisa belajar juga berekreasi karena fasilitas guide sebagai pemandu yang memberikan kita wawasan tentang teknologi-teknologi yang diaplikasikan oleh LHM. Untuk mendapatkan guide kita perlu merogoh kocek sebesar Rp. 24.500 dan kita akan mendapatkan fasilitas guide, makan dengan menu ikan patin dan pin.
Dari penjelasan yang diberikan guide kita akan tahu teknologi yang diterapkan pada LHM yang saling terintegritas satu sama lain. Sapi yang diternak yang susunya dijual dan kotorannya digunakan untuk pupuk kompos, dasar kolam ikan patin, kasur dari sapi itu sendiri, biogas. Sapi yang dipelihara disini adalah sapi perah dimana sapi ini mampu diperah selama 14 tahun lamanya. Pakannya juga cukup mudah yaitu dari jerami yang dikeringkan kemudian dicampur dengan satr bio dan sedikit ikan patin yang diharapkan mampu menghasilkan susu dengan kualitas yang baik. Rancangan kandangnya pun sangat terencana dimana kandang sapi dibuat dengan topografi yang miring ini karena jika ingin membersihkan kandang cukup disiram dan kotoran sapi pun akan ikut terbawa air dan siap ditampung pada bagian penampungan akhir berbentuk kolam. Dari penampungan ini kotoran sapi akan buat pupuk kompos ataupun biogas. Biogas yang dihasilkan masih relatif sedikit dan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan LHM sendiri seperti untuk memasak dan listrik. Dan hal yang menarik adalah dimana tempat pengumpulan kotoran sapi dipapar keudara, dari tempat ini tidak tercium bau tidak sedap yang menyengat dan juga tidak adanya lalat yang berterbangan diatas kotoran sapi tersebut. Sedangkan pupuk kompos yang dihasilkan oleh LHM dijual langsung kepasar atau digunakan sendiri untuk pupuk tanaman yang mereka jual. LHM juga ternyata menjual indukan sapi yang siap perah. Jika kita ingin mencicipi rasa susu sapi yang 100 % asli maka kita dapat membelinya pada jam 4 pagi atau jam 1 siang.
Perusahaan LHM ini telah mencapai pemasaran seluruh wilayah Indonesia bahkan untk saat ini wilayah pemasarannya telah mencapai Negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. Modal pertama yang dimiliki oleh perosahaan ini yaitu kontrak lahan yang terdiri dari 2 buah kandang babi seluas 8 Ha. Sekarang ini jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan pemerahan sapi yaitu berjumlah 500 pekerja, yang terdiri dari pekerja tetap maupun dari pekerja harian. Karyawan tersebut dari daerah Karanganyar , sehingga dengan adanya usaha peternakan sapi ini akan membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Perusahaan mengambil karyawan dari berbagai sudut pandang maksudnya lulusan pegawai maupun karyawan tidak dibatasi dari kalangan intelektual SD, SMP, SMA, S1, dan S2 maupun orang awam, namun keterampilan dan tingkat kerja kerasnya lah yang dipilih oleh perusahaan untuk menjadi karyawan. Tujuan yang ingin dicapai perusahaan selain untuk mendapat keuntungan adalah untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Perusahaan peternakan sapi ini untuk selanjutnya akan diwariskan kepada anak dari bapak Soeharto. Untuk rencana pengembangan perusahaan ke depannya akan dilakukan dengan cara menambah area untuk membuat kandang babi seluas 8 Ha, dan untuk 15 tahun kemudian tidak berhenti pengembangannya. Bukti kontri busi perusahaan kepada masyarakat adalah dengan dibukanya lapangan pekerjaan yang luas, sehingga akan meningkatkat taraf hidup masyarakat. Dengan begitu masyarakat selalu mendukung adanya kegiatan usaha pemerahan susu sapi, juga masyarakat dapat menikmati hasil perahan susu sehingga kesehatan masyarakat daerah sekitar terjamin. Semua kegiatan yang tidak melanggar hokum pasti masyarakat mendukung. Pelaksanaan keuangan dilaksanakan secara baik karena masing-masing pegawai mempunyai tangging jawab yang besar. Saran yang dikemukakan perusahaan untuk calon wirausaha eperti mahasiswa PGSD adalah mahasiswa jangan menyerah untuk mencapai tujuan dan mampu menjadi giru yang berkarakterkuat, cerdas dan mampu berwirausaha dengan baik.
Produk yang dikembangkan :
StarbiO Plus, hasil riset terbaru dari LHM Research Station, berupa serbuk pemangsa limbah yang bekerja secara alamiah, aman bagi lingkungan, praktis dan ekonomis.

StarbiO Plus, berupa koloni bakteri yang diisolasi dari alam, bersifat bersahabat dengan kehidupan (probiotik).

StarbiO Plus, bekerja seperti ikan memangsa dan menguraikan tinja (limbah organik). Hasilnya tinja menjadi cair sehingga mudah diserap oleh tanah resapan, dan baunyapun lenyap

MANFAATNYA
1. Menurunkan 60-70% tinja pada Septic-Tank dalam waktu 7-10 hari dan menghilangkan baunya.
2. Merawat tanah resapan agar selalu berfungsi dengan baik.
3. Mencegah mampatnya saluran cucian piring, kamar mandi dan selokan, sekaligus menghilangkan bau.
4. Menetralisis limbah industri.

CARANYA
• Untuk merawat WC, dosis 1 kg untuk 1-2m3 volume Septic-Tank atau melalui Closet sedikit demi sedikit. Dapat juga dengan melarutkan dahulu pada 1-2 ember air sebelum digunakan. WC tetap dapat dipakai seperti biasa. Ulangi setiap 3-6 bulan.
• Untuk perawatan saluran/menghilangkan bau. Rendamlah 1 sendok makan StarbiO Plus dengan 250cc air (dosis dapat ditambah) selama 12-24jam, lalu siramkan ke saluran/selokan pada malam hari saat tidak ada kegiatan
COCOK UNTUK

Rumah tangga • Rumah Susun/Apartemen • Rumah Sakit • Restoran • Catering • Hotel • Perkantoran • Pertokoan/Plaza • Terminal • WC • Peternakan • Rumah Potong • Hewan • Pabrik • dsb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar